Home » , » Apakah Komunikasi Massa Itu????

Apakah Komunikasi Massa Itu????

Posted by CRMedia.TOP on 6 May 2010

     Komunikasi massa menurut Effendy (1991) adalah komunikasi dengan menggunakan media massa modern, yang meliputi suratkabar yang mempunyai sirkulasi yang luas, radio dan televisi yang siaranya ditujukan kepada umum. Menurut Vermitelt Werden Maletzke, yang dikutip Rahmat (2001) komunikasi massa adalah:


 “Setiap bentuk komunikasi yang menyampaikan pernyataan secara terbuka melalui media teknis secara tidak langsung dan satu arah  pada publik tersebar”. Freidshow yang dikutip Rahmat (2001) juga mendefinisikan komunikasi massa sebagai berikut“. Komunikasi massa dibedakan dari jenis komunikasi lainnya dengan suatu kenyataan bahwa komunikasi massa dialamatkan kepada sejumlah populasi dari berbagai kelompok dan bukan hanya satu atau beberapa individu atau sebagian khusus populasi saja. Komunikasi massa juga mempunyai anggapan tersirat akan adanya alat-alat khusus untuk menyampaikan komunikasi agar supaya komunikasi itu dapat mencapai semua orang pada saat yang sama  mewakili berbagai lapisan masyarakat”.

          Komunikasi massa adalah komunikasi yang dilakukan melalui media massa. Komunikasi massa ini bersifat terbuka, respon yang dimunculkan tertunda dan mungkin tidak ada atau tidak nampak, serta komunikan dari komunikasi massa, secara geografis tersebar dan heterogen. Menurut Efendy (1991), komunikan pada komuniksi massa, yakni khalayak sasaran media massa bersifat heterogen yang berarti antara komunikan yang satu dengan yang lainnya berbeda-beda.
Dennis McQuail (1996) mendefinisikan beberapa ciri utama yang perlu di perhatikan untuk memperjelas komunikasi massa sebagai berikut: 
 
1)    Komunikasi Bersifat Satu Arah, Perlu dikritisi disini bahwa pada saat ini perkembangan telekomunikasi memungkinkan terjadinya interaksi secara langsung (live), komunikasi satu arah disini diasumsikan sebagai sesuatu keadaan komunikasi yang tertunda (delayed).
2)    Sumber komunikasi massa bukanlah satu orang, melainkan suatu organisasi formal dan sang pengirimnya seringkali komunikator professional, dalam artian sebagai kelompok yang terorganisir dengan pemberian tugas dan pemberian wewenang.
3)    Pesanya unik dan beraneka ragam, serta dapat diperkirakan. Disamping itu, pesan tersebut sering kali diproses atau distandarisasi, dan selalu diperbanyak.
4)    Hubungan antara pengirim dan penerima bersifat impersonal bahkan mungkin seringkali bersifat non moral dan kalkulatif, dalam pengertian bahwa sang pengirim biasanya tidak bertangung jawab atas konskuensi yang terjadi pada individu, dan pesan yang diperjual belikan. Semua ini disebabkan karena jarak fisik dan sosial antara pengirim dan penerima, dan sebagian lagi peran dari komunikator publik yang acap kali dipengaruhi kaidah-kaidah yang mengharuskan bersikap netral dan  tidak condong pada pengaruh tertentu.
5)    Komunikasi massa seringkali mencakup kontak secara serentak antara satu pengirim denan banyak penerima, menciptakan pengaruh luas dalam waktu singkat dan menimbulkan respon seketika dari banyak orang secara serentak.

          Untuk menghasilkan sebuah komunikasi yang efektif, diperlukakn suatu proses komunikasi yang berlangsung secara berputar (circular), dan tidak melurus (linier). Artinya pesan yang disampaikan pada komunikan harus diusahakan agar efek komunikasinya dalam bentuk tanggapan mengarus.
Menurut Romli (2004) Komunikasi yang dilakukan di radio, seperti halnya di media massa lainya, yaitu komunikasi massa (mass communication), yakni komunikasi kepada orang banyak (massa, public) dengan menggunakan media massa (communicating with media). Karakteristik komunikasi massa antara lain:
1)    Komunikator melembaga (Institutionalized Comunicator) atau Komunikator Kolektif (Colective Comunicator). Di media radio, penyiar berbicara di udara mewakili perusahaan atau stasiun radionya, bukan atas nama pribadi. Karena itu dalam sejarahnya ia harus mengacu pada visi, missi, program, style, standarisasi bahasa, dan kriteria informasi serta musik radionya.
2)    Pesan bersifat umum, ditujukan kepada orang banyak, tidak boleh bersifat pribadi layaknya komunikasi intetrpersonal (komunikasi antar pribadi).
3)    Menimbulkan keserempakan (simultaneous) dan keserentakan (intantaneuos) penerimaan oleh massa. Pendengar radio, dimanapun ia berada dapat mendengarkan secara bersamaan, tidak perlu mengantri.
4)    Komunikan bersifat heterogen, terdiri dari pribadi-priadi dengan berbagai karakter, maka beragam latar belakang sosial, budaya, agama, usia, dan pendidikan.
5)    Berlangsung satu arah (one way traffic communication) di radio penyiar aktif melakukan komunikasi, sedangkan pendengar pasif, bahkan bisa saja tidak menggubris apa yang dikatakan penyiar. Pendengar tidak bisa mengintruksi, memotong pembicaraan penyiar atau meresponya secara lansung sebagaimana dalam obrolan (face to face). Penyiarpun tidak bisa langsung mengetahui bagaimana reaksi pendengarnya.

          Sebagaimana telah diketahui, radio merupakan salah satu media komunikasi massa yang hanya dapat dinikmati dengan indra pendengaran saja melalui pesawat penerima siaran radio, sehingga bisa dijelaskan, bahwa tidak akan bisa menangkap siaran radio jika tidak ditransmisikan, dan tidak bisa mendengarkan suara-suara yang disajikan studio siaran, jika tidak ada unsur audio yang menampilkan umpan balik.

           Menurut Stokkink (1997), bagi pendengarnya radio adalah teman, sarana komunikasi, sarana imajinasi, pemberi informasi. Radio adalah media elektronik yang sifatnya pribadi. Jarang orang bersama-sama berkumpul mendengarkan radio. Radio menyapa para pendengar secara perorangan. Radio memperlihatkan kekuautan terbesar yang dimilikinya sebagai media jika menyangkut imajinasi. Radio menuntut keikut-sertaan aktif pendengarnya dalam membenntuki pengalaman tentang pandangan. perasaan dan sensasi yang dibangun oleh media radio. Radio adalah media yan buta, tapi  dapat menstimuli, sehinga suaranya terdengar melalui ppengeras suara. Pendengar berusaha memvisualisasikan apa yang didengarkan dan menciptakan bayangan sendiri sebaai pemilik suara tersebut.

            Menurut J. Schupan yang dikutip oleh Widiastuti (1992) menyatakan bahwa “Radio adalah alat untuk melayani tiga tujuan : memlihara, mempeluas, dan memancarkan kebudayaan. Ini perlu diperhatikan dengan adanya nilai , walalupun nilai penyiarannya tidak dapat mencappai keseimbangan dan kestabilan”.


            Kehadiaran radio ditengah-tengah masyarakat mendatangkan manfaat , yaitu menyajikan informasi secara cepat dan menarik. Tetapi radio juga mempunyai kelemahan dalam menyebarkan informasi, yaitu dapat mendalam seperti pada media cetak.

           Radio merupakan salah satu media komunikasi massa. Semua media massa mempunya fungsi yang sama yaitu  sebagai alat yang mendidik (fungsi edukatif), artinya pesan yang disampaikan  dapat meningkatkan pengetahuan bagi pendengar (khalayak).  Sebagai alat informasi (fungsi informatif), isinya berupa informasi agar khalayak dapat mengetahui dan memahami tentang suatu hal. Sebagai alat hiburan (fungsi entertainment), artinya melalui isi siaranya seseorang dapat terhibur,memenuhi kesenangan dalam hatinya.

         Pada prinsipnya, media massa (radio) merupakan satu institusi yang melembaga dengan memanfaatkan gelombang elektromagnetik dengan bertujuan untuk menyampaikan informasi kepada khalayak secara serempak. Yaitu dengan menggunakan keseluruhan system gelombang suara yang dipancarkan dari suatu perangkat stasiun pemancar, dan diterima oleh perangkat pesawat penerima di manapun berada, dalam radius jangkauan pesawat pemancar.
(Nur Cahyo N)

Thanks for reading & sharing CRMedia.TOP

Previous
« Prev Post

3 komentar:

  1. Makasih gan infonya sangat membantu utk tugas kuliah komunikasi massa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama gan... Terimakasih berkenan berkunjung, semoga bermanfaat..

      Delete
  2. Your Blog is very nice , i always come on your blog .
    dont forget to visit my blog :)

    http://988betlink.com/

    ReplyDelete

Silahkan komentar anda